Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2011

Bangga Sebagai Seorang Muslim


Di antara nikmat yang tidak terhitung bagi kita semua adalah ni’matul wujud atau nikmat kehidupan. Bahwa kita dijadikan salah satu makhluk-Nya yang dimuliakan yang hidup di alam raya ini. Kehidupan ini memberikan kepada kita hak-hak yang luar biasa banyaknya setelah Allah swt memberikan eksistensi/keberadaan diri kita dalam kehidupan.

Karunia kedua, ni’matul insan, fakta bahwa kita adalah manusia yang ditetapkan sebagai makhluk yang memiliki kelebihan, keunggulan dalam struktur jasmani dan ruhani dibanding makhluk-makhluk lainnya.

Karunia ketiga, ni’matul ‘aql atau karunia akal. Allah swt memberi kepada kita kemampuan membaca dan menulis, kemampuan untuk menjelaskan, kekuatan untuk memahami ayat-ayat-Nya yang tersurat dan tersirat, diantara ayat-ayat-Nya yang tidak tertulis adalah fenomena di alam raya ini.

Sabtu, 17 Desember 2011

Kau dan Hartamu Milik Ayahmu

Jabir r.a menceritakan ada laki-laki yang datang menemui Nabi SAW dan melapor. Dia berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku ”
“Pergilah kau membawa ayahmu kesini” perintah Beliau saw.

Wahai Yang Begitu Cekatan Mencari Dunia, Kapankah Pencarianmu Akan Berakhir?

Wahai yang begitu cekatan mencari dunia, kapankah batas impianmu tercapai sehingga pencarianmu akan berakhir?

Kala mencari akhirat, engkau berlamban-lamban, kapan kau akan mengambil keuntungan?

Sungguh ajaib…

Engkau bersemangat mencari sesuatu yang fana, padahal di perjalanannya banyak perampok (menghadang)[1]


Umur adalah amanat, engkau menghabiskannya (masa muda) dalam pengkhianatan[2]

Masa tua dalam pengangguran, dan masa renta dalam tangisan: “umurku telah hilang”.


Bilakah penghianat beruntung dengan apa yang dibeli atau dijualnya?

Kau sehat kala mengejar dunia, tetapi sakit kala mengejar akhirat[3]

Betapa sering engkau berpaling dari jalan taqwa, wahai yang pincang cita-citanya[4], wahai yang tinggal didasar jurang

Wahai pemilik malam-malam kealpaan, uban telah muncul, bergabunglah dengan kaum yang bertaubat sebelum kau terputus bersama yang lain!

… Al Hafidz Ibnul Jauzi (w. 597 H) dalam kitabnya: Bahrud Dumu’ (Lautan Air Mata), hal 34, berikut teks aslinya, mohon koreksi kalo kurang pas (yg diatas terjemahan bebasnya).

يا من رواحله في طلب الدنيا لها اسراع، متى تحل عنها نطاق الأمل، فيكون الانقطاع؟ اذا طلبت الآخرة، تمشي رويدا، فمتى يكون الانتفاع؟ عجبا كيف تشدّ الرحال في طلب الفاني وفي طريقه قطاع! العمر أمانة أتلفت شبابه في الخيانة، وكهولته في البطالة، وفي الشيخوخة تبكي ونقول: عمري قد ضاع. متى أفلح الخائن فيما اشترى أو باع؟ أنت في طلب الدنيا صحيح الجسم، وفي طلب الآخرة بك أوجاع. كم تعرج عن سبل التقوى يا أعرج الهمة، يا من يبقى في القاع. يا من على عمره ليل الغفلة طلع الفجر المشيب بين الأضلاع. رافق رفاق التائبين قبل أن تنقطع مع المنقطعين


***

[1] Banyak orang mengejar dunia, namun apa yang didapatkannya justru dinikmati orang lain, baik ia suka atau tidak

[2] Termasuk menghianati amanah umur adalah dengan melakukan perkara sia-sia, juga lalai mencari bekal untuk yang kehidupan yg kekal karena sibuk mengejar target duniawi

[3] Untuk dapat gaji yang tidaki seberapa kita bisa bekerja 8 jam sehari atau lebih, namun untuk mengaji yang sebentar saja dan beramal kadang kita malas, atau asal-asalan

[4] Untuk menggapai cita-cita duniawi/materi kita rela bersusah payah, sedang untuk meraih kemuliaan akhirat kadang malasnya minta ampun

Ridha Siapa Yang dicari?????

Oleh: M. Taufik N.T

Salah satu yang membuat hidup menjadi susah adalah jika terlalu memperhatikan pandangan orang lain tentang kita, ingin dipandang baik oleh manusia dan khawatir dibenci manusia. Ketika mau berbuat suatu kebaikan yang dipikirkan adalah “nanti bagaimana pandangan orang kalau saya berbuat ini?”, “apa kata dunia?” … Gara-gara sikap seperti ini, kadang idealisme tergadaikan, yang haram diterjang, yang haq dihalang, teman ditendang, semua hanya karena “apa kata orang”.


***

Mu’awiyah r.a pernah menulis surat kepada Aisyah Ummul Mu`minin radliallahu ‘anha supaya dia menulis surat yang berisi wasiat kepadanya dan isinya tidak panjang panjang, maka ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menuliskan surat kepada Mu’awiyah :

سَلَامٌ عَلَيْكَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ الْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنْ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ


“Salâmun ‘alaik (Salam untukmu). Amma Ba’du. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa yang mencari keridlaan Allah sekalipun memperoleh kebencian manusia, Allah akan mencukupkan dia dari ketergantungan kepada manusia dan barangsiapa yang mencari keridlaan manusia dengan mendatangkan kemurkaan dari Allah, maka Allah akan menjadikannya bergantung kepada manusia, wassalâmu ‘alaika. (HR. Tirmidzi & Al Hakim)

***

Imam As Syafi’i berkata:

رضى النَّاس غايةٌ لا تُدْرَكُ، وليس إِلى السَّلامة منهم سبيلٌ، فعليكَ بما ينفعُكَ فالزَمْهُ[آداب الشافعي: 287-279، و حلية الأولياء: 9/122، وتاريخ ابن عساكر: 15/17، وسير أعلام النبلاء: 10/42 و 89.]

Mencari ridlo semua orang adalah tujuan yang tdk akan pernah tercapai, dan bukan jalan menuju keselamatan dari mereka, hendaklah engkau menetapi apa yg memberi manfa’at (ukhrawi) engkau

Jangan Kau Bakar Diriku dan dirimu dengan api neraka

Suatu hari seorang tabi’in bernama ‘Atha’ bin Yasar berangkat dari Madinah bersama saudaranya, Sulaiman bin Yasar, dan beberapa sahabat mereka. Kemudian mereka singgah di Abwa’ dan membuat kemah. Di daerah itu ada seorang wanita badui yang cantik jelita yang ingin menimbulkan fitnah pada ‘Atha’ bin Yasar. Maka masuklah wanita itu ke dalam tenda di saat ‘Atha’ tinggal sendirian. Ketika itu beliau sedang shalat, maka beliau pun mempercepatnya karena mengira wanita itu sedang dalam keperluan.


Setelah itu beliau bertanya kepada wanita itu: “Engkau ada keperluan?”

“Ya,” kata wanita itu.

“Apa itu?”tanya ‘Atha’.
“Bangun dan gauli saya. Saya tidak bersuami,” jawab wanita itu.

“Pergilah dari sini. Jangan kau bakar aku dan dirimu dengan api neraka,” kata ‘Atha’. Lalu mulailah beliau menangis sampai tersedu-sedu.

Melihat ‘Atha’ menangis, wanita itu tersentuh, lalu ikut pula menangis mendengar nasihat yang diucapkan ‘Atha’ tadi. Akhirnya wanita itu pun duduk menangis. Dua orang laki-laki dan perempuan itu menangis hebat. Kemudian datanglah Sulaiman bin Yasar dan melihat dua orang ini sedang menangis. Dia tidak tahu apa yang tadi terjadi. Tapi jiwanya ikut terdorong untuk menangis menyaksikan keadaan mereka berdua. Tak lama datang pula sahabat mereka lalu masuk ke dalam tenda. Mereka melihat ada seorang wanita menangis bersama ‘Atha’ dan Sulaiman yang juga menangis. Mereka pun terpengaruh, lalu ikut menangis tanpa tahu ada kejadian apa sebelum ini.

Akhirnya, semua terduduk sambil menangis tersedu-sedu. Setelah tenang, wanita itu bangkit dan pergi. Kemudian yang lain pun berdiri dan beranjak dari tempat itu. Semuanya pergi ke tempat tidurnya. Sementara Sulaiman merasa segan bertanya kepada saudaranya ada yang terjadi?

Hari-hari berlalu. Suatu ketika mereka safar ke Mesir.

Pada malam harinya, di sebuah kamar, ‘Atha’ terbangun sambil menangis. Mendengar isak tangis saudaranya, Sulaiman tergugah dari tidurnya. Beliau bertanya kepada ‘Atha’: “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai saudaraku?”

Tangis ‘Atha’ semakin keras. Sulaiman kembali bertanya: “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai saudaraku?”

“Mimpi yang baru saja kulihat malam ini,” kata ‘Atha’.

“Mimpi apa?” tanya Sulaiman. Lalu beliau terus mendesak agar ‘Atha’ menceritakannya. Maka ‘Atha’ meminta kesepakatan dan janji saudaranya untuk tidak menceritakannya selama dia masih hidup.

Kata ‘Atha’: “Aku melihat Nabi Yusuf a.s dalam mimpiku. Mulailah aku memandang beliau. Ketika aku melihat eloknya rupa beliau, aku menangis –dalam mimpi–. Beliau pun memandangku dan berkata: ‘Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai fulan?’

Aku berkata: ‘Demi bapak dan ibuku tebusanmu, wahai Nabi Allah. Aku teringat engkau dan istri pembesar itu serta ujian yang engkau alami dengannya. Penjara yang engkau rasakan, perpisahanmu dengan Nabi Ya’qub a.s, maka aku pun menangis karenanya’.”

Aku merasa takjub kepada beliau.
Beliau a.s pun berkata: ‘Akulah yang mestinya takjub dengan lawan wanita badui di Abwa’ itu?’ Aku tahu apa yang beliau maksud, maka aku pun menangis dan terbangun sambil terus menangis. Kemudian ‘Atha’ rahimahullahu menceritakan pula kisahnya dengan wanita badui di Abwa.

Kisah ini disimpan oleh Sulaiman bin Yasar sampai ‘Atha’ meninggal dunia. Setelah ‘Atha’ meninggal dunia, dia pun menceritakan kisah ini hingga menjadi terkenal di Madinah.

***

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ. متفق عليه

“Tidak kutinggalkan sesudah matiku suatu fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki dari pada wanita.” (Muttafaq alaih dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma).

Salah satu cara agar lulus dalam ujian ini adalah dengan menjauhi berduaan dg wanita non mahrom, menghindari interaksi yang tidak perlu, dan menjaga pandangan, dalam Raudhatul Muhibbin, Ibnul Qayyim Al Jauziyyah menyatakan:

وَكُنْتَ مَتَى أَرْسَلْتَ طَرْفَكَ رَائِدًا
لِقَلْبِكَ يَوْمًا أَتْعَبَتْكَ الْمَنَاظِرُ
رَأَيْتَ الَّذِي لاَ كُلَّهُ أَنْتَ قَادِرٌ
عَلَيْهِ وَلاَ عَن بَعْضِهِ أَنْتَ صَابِرُ

Jika engkau lepaskan pandanganmu sebagai duta
Bagi hatimu, niscaya kelak pemandangan itu akan memayahkanmu
Kau lihat apa yang tidak semuanya dapat kau raih
Tidak pula terhadap sebagiannya kau dapat bersabar

Semoga Allah menjauhkan kita dari ujian semacam ini, dan kalaupun menguji kita dg ujian macam ini semoga Allah memberi kekuatan untuk lulus dalam ujian ini.

Buat Yang Berwajah Cantik & Tampan; Buat Kepala Negara …

Suatu ketika, saat sedang mencek kondisi rakyatnya dalam patroli malam, langkah Khalifah Umar bin Khattab r.a terhenti, ketika terdengar wanita bersenandung dari bilik sebuah rumah:

هل من سبيل إلى الخمر فأشربها؟
أو هل من سبيل إلى نصر بن الحجاج


Adakah jalan untuk minuman memabukkan, agar aku meminumnya

Atau adakah jalan kepada Nashr bin Hajjaj?

أنظـر إلى السحـر يجـري في نواظـره
وانظر إلى دعـجٍ في طـرفـه الساجـي

Perhatikanlah akan sihir yang mengalir pada tatapan-tatapannya

Dan lihatlah akan mata hitamnya dalam kedipannya yang tenang (kalem)

وانظــر إلـى شعــرات فـوق عـارضــــه
كأنـــهـن نمــال دب فـي عـاجــي

Dan perhatikan pula akan rambut diatas mukanya

Seolah-olah dia semut yang mengisi gading.



Saat itu, Beliau r.a lama terdiam, menghafal sebuah nama asing dalam hatinya, Nashr bin Hajjaj. Selanjutnya patrolinya dilanjutkan, hingga waktu fajar sebentar lagi menjemput.

Pagi harinya, Khalifah Umar bin Khattab r.a mencari tahu nama yang didapatinya tadi malam. Salah seorang pembantunya menghadapkan seorang laki-laki dari suku Sulaym, Nashr bin Hajjaj. Berdiri tegap sang pemuda. Beliau r.a memandangnya lekat-lekat. Pemuda yang menakjubkan, ketampanannya mempesona, rambutnya indah. Beliau r.a mengingat syair wanita semalam. Akhirnya sang pemuda diperintahkan untuk memotong rambut, ketika kembali, Nashr tampak lebih tampan. Umar kemudian mendengar sya’r wanita tentang eloknya Nashr setelah rambutnya dipotong:

حلـقوا رأســه ليـــكـسـب قــبـحاً
غيرة مـــنـهــــم عـليـه وشـحـــا
كـان صـبـحـا عـلـيـه لـيـل بـهـيـم
فمحــوا لـيـلـه وأبـقــوه صـبـحـــا

Beliau r.a pun menyuruhnya mengenakan ikat kepala, kali ini pun Nashr terlihat lebih mempesona. Karena Khalifah khawatir timbulnya banyak fitnah dan kemudharatan di tempat berdiamnya pemuda tersebut selama ini, Beliau r.a pun menyuruh Nashr bin Hajjaj keluar dari Madinah dan pindah ke Bashrah (Irak).

Kisah tentang Nashr bin Hajjaj dapat di baca pada Bada’i al Fawaid (Ibn Qayyim Al Jauziyyah), Rûhul Ma’âni (Al Alusi), Adlwâ’u al Bayân (Asy Syinqithi), dan Ibnu Hajar menshahihkan sanadnya dalam Al Ishobah.

***

Pelajaran:

1. Keelokan paras, walaupun itu karunia Allah, tidak selalu membawa bahagia. Di Bashrah, Nashr dititipkan pada sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri yang telah bahagia kehidupannya. Namun lagi-lagi ketampanan Nashr menimbulkan masalah, karena istri dari tuan rumah tersebut jatuh hati pada Nashr. Dan lebih parah lagi, Nashr ternyata juga jatuh hati pada kecantikan dan kebaikan budian istri keluarga tersebut.

Suatu ketika, Nashr berkumpul dengan tuan rumah yang terdiri dari suami dan istri tersebut. Nashr menulis sesuatu dengan tangannnya diatas tanah yang kemudian dijawab oleh sang istri dengan tulisan juga. Karena buta huruf, suami yang sudah curiga itupun memanggil sahabatnya untuk membaca tulisan itu setelah acara berkumpul tersebut selesai. Sahabatnya mengatakan bahwa tulisan yang terdapat ditanah yang ditulis oleh istrinya dan Nashr berbunyi : “Aku Cinta Padamu..” . Karena malu (walaupun tidak selingkuh) akhirnya Nashr memutuskan meninggalkan rumah keluarga itu, dan hidup sendiri disebuah gubuk terpencil. Namun, perasaan cintanya pada sang istri keluarga tersebut tak mampu dia hapus. Nashr menderita karenanya cintanya yang tdk bisa terwujud.

2. Kepala Negara mempunyai kewajiban menjaga akhlaq rakyatnya, dengan menjauhkan hal-hal yang bisa menimbulkan fitnah(bukan hanya mengurus kesejahteraan duniawi, apalagi hanya ngurus diri dan kelompoknya). Adalah hal yang ironis menggunakan kemolekan dan kepopuleran artis hanya untuk mencari dukungan dan mendulang suara.

3. Hati-hati berprilaku, jangan menebar pesona yang akhirnya bisa menimbulkan fitnah dan membuat diri/orang lain menderita.


Allahu A’lam. [M. Taufik N.T]

Sya’ir: Jika Tuhanku menanyakan padaku, Tidak malukah kau bermaksiat pada-Ku? Kau sembunyikan dosamu dari makhluk-Ku, dan datang pada-Ku dengan penuh dosa?

إذا ما قال لي ربي أما استحييت تعصيني ..؟
وتُـخفي الذنبَ عن خلقيَ وبالعصيانِ تأتيني


Jika Tuhanku menanyakan padaku, tidak malukah kau bermaksiat kepada-Ku … ?


Kau sembunyikan dosamu dari makhluk-Ku, dan datang pada-Ku dengan penuh dosa,

فكيف أجيبُ يا ويحي ومن ذا سوف يحميني؟
أسُلي النفس بالآمالِ من حينٍ الى حيني
وأنسى ما وراء الموت ماذا سوف تكفيني
كأني قد ضّمنتُ العيش ليس الموت يأتيني


Bagaimana aku akan menjawabnya wahai diriku yang malang? dan siapakah kelak yang dapat menyelamatkan aku?

Aku terus menyuapi jiwaku dengan impian dari waktu ke waktu

Dan aku melupakan apa yang bakal dihadapi setelah mati, dan apa yang terjadi setelahku dikafankan,

Seolah-oleh aku telah dijamin untuk hidup selamanya, seakan mati tidak akan menemuiku,

وجائت سكرة الموت الشديدة من سيحميني؟؟
نظرتُ الى الوُجوهِ أليـس منُهم من سيفدينـــي؟


Dan telah datang padaku sakaratul maut yang mengerikan, Siapa sekarang yang mampu melindungiku?

Aku melihat pada wajah-wajah, apakah ada dari mereka yang akan menebusku,

سأسأل ما الذي قدمت في دنياي ينجيني
فكيف إجابتي من بعد ما فرطت في ديني


Akan ku disoal apa yang telah aku lakukan di dunia untuk menyelamatkan diri ini,

Maka bagaimana akan ku jawab setelah aku mengabaikan urusan agamaku?

ويا ويحي ألــــم أسمع كلام الله يدعوني؟؟
ألــــم أسمع بما قد جاء في قاف ويسِ
ألـــم أسـمــع بيـوم الحـشر يوم الجـمع والدين
ألـــم أسمع مُنادي الموت يدعوني يناديي


Celakalah aku! Apakah aku tak mendengar ayat-ayat Allah yang menyeruku?

Apakah aku tak dengar apa yang telah diberitakan di dalam surah Qaaf dan Yaasin?

Apakah aku tak dengar tentang hari dikumpulkan manusia, hari perhimpunan dan hari pembalasan?

Apakah aku tak dengar panggilan ajal maut, menyerukan dan menjemputku?

فيا ربــــاه عبد تـائب من ذا سيؤويني ؟
سوى رب غفور واسعُ للحقِ يهدييني
أتيتُ إليكَ فارحمني وثقــّـل في موازيني
وخفَفَ في جزائي أنتَ أرجـى من يجازيني



Maka Ya Rabb! Seorang hamba datang bertobat, siapa yang dapat melindunginya?

Melainkan Tuhan yang Maha Luas pengampunanNya & yang membimbingku pada kebenaran,

Aku telah datang pada Mu, maka kasihanilah daku dan beratkan timbangan (kebaikan) ku,

Dan ringankan (percepatkan) hisabku karena Engkaulah yang terbaik dalam penghisaban.


Sebagian isi sya’ir ini tertulis di kitab Talbis Iblis karya Al Hafidz Ibnul Jauzy (wafat 597 H):

ثنا الفضل الكندي قَالَ سمعت عبدوس يَقُول سمعت أبا حامد الخلفاني يَقُول لأحمد بْن حنبل يا أبا عَبْد اللَّهِ هذه القصائد الرقاق التي فِي ذكر الْجَنَّة والنار أي شيء تقول فيها فَقَالَ مثل أي شيء؟ قلت يقولون: dst

Jumat, 09 Desember 2011

Jika Kamu Mencintaiku Karena Allah....


Jika Kamu Mencintaiku karena Allah


Tidak untuk kumiliki

Tapi untuk menyertai

Tidak untuk sebuah kriteria

Tapi untuk sebuah cita-cita

Tidak harus selalu diawali dengan perasaan

Karena perasaan akan hadir seiring perjalanan

Mencintai karena Alloh

Bukan berarti engkau hanya rela “memiliki” nya

Namun engkaupun rela “melepaskan” nya

Bukan untuk sebuah keinginan

Tapi sebagai tanda bukti bahwa Ridlo Alloh-lah yang kita harapkan

Aku memang mencintainya..

Tapi akupun tak ingin menjadi “benalu” dalam hatinya

Sehingga aku menjadi “illah” selain Alloh dalam hidupnya

Aku tak ingin…

Orang yang aku cintai, menjadi alat setan untuk menjerumuskanku

Begitu pula dirinya…

Ku tak ingin kehadiranku menjadi perangkap untuk merusak hatinya

Memang..

Aku sangat berharap bahwa dirinya dapat menyertai perjalanan hidupku

Menyertaiku dalam mengabdi pada Alloh dan RosulNya

Menggores masa dengan pengabdian

Mengukir waktu dengan perjuangan

Wahai diri..

Jika memang kau mencintainya karena Alloh

Cintailah dia dengan cara yang benar

Cintailah dia pada saat yang tepat

Ya Robb..

Aku tak akan memaksakan diri hanya untuk sebuah perasaan

Ya Robb..

Jika dia memang jiwa yang telah Kau pilihkan untuku, berikanlah kami jalan dan petunjuk

Jika dia memang takdir bagi ku, pantaskanlah dia untuku dan pantaskanlah diriku untuknya

Ya Robb..

Aku memilihnya karena sebuah keyakinan

Aku terima seluruh kelebihan dan kekurangannya

Aku terima seluruh luka dan bahagia yang menyertai hidupnya

Aku terima dirinya dengan seluruh apa yang telah Engkau berikan untuknya

Ya Robb..

Jika ada dua pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya

Jika ada sepuluh pilhan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya

Jika ada seratus pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya

Dan jika hanya ada satu pilihan, dan tidak ada dia dalam pilihan itu…

Maka aku pun akan menerimanya sebagai pemberian terbaik dari Mu…

Aku tidak akan memaksakan diriku untuk memilihnya

Karena Engkaulah yang Maha Mengetahui

Karena Engkaulah yang Menciptakanku

Karena Engkaulah yang Memelihara diriku

Ya Robb…

Jika dengan menutup cinta ini yang menjadikan Mu Ridlo kepadaku

Jika dengan mengorbankan perasaan ini Engkau menyelamatkanku

Di saat manusia tergelincir dari jalan-Mu

Maka aku serahkan cinta ini untuk Mu..

Sebagai wujud bakti ku pada Mu

Sebagai wujud syukurku pada Mu

Ya Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika..

Aku yakin bahwa tidak ada Ketetapan Mu yang salah

Aku yakin bahwa semua Kehendak Mu sangat terukur

Buatlah aku mencintai pilihan yang Kau berikan

Buatlah aku setia pada pilihan yang Kau berikan

Buatlah aku menyayangi pada pilihan yang Kau amanahkan

Ya Robb..

Dengan segala Kekuasaan Mu

Dengan segala Kekuatan Mu

Dengan segala Keagungan Mu

Hamba mohon pada Mu,

Kuatkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa sempit

Tenangkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa berat

Sesungguhnya hanya dengan PertolonganMu, diri ini bisa menjalani semua ketentuanMu.

Ya Robb buatlah diriku mencintai Mu lebih dari segala makhluk yang telah Engkau Ciptakan

Ya Robb buatlah diriku mencintai Rosululloh, karena Engkau pun mencintainya(Rosululloh)

Inilah isi hatiku, inilah harapanku, inilah keyakinanku…

Aku tidak hanya mencintaimu..

Tapi aku ingin mencintaimu karena Alloh

Aku ingin mencintaimu dengan cara yang benar

Aku ingin Alloh Ridlo dengan cinta ini

Tak usah khwatir jika engkau adalah Qudrah dan Irodah Nya

Karena semuanya pasti akan terwujud, hanya waktu yang akan menjadi saksi kekuasaan Nya

Tak usah memaksakan jika dia memang bukan untuk diriku

Karena pasti aku bukan yang terbaik untuk mu

Sehebat apapun cinta ini…

Tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita, saat matahari hanya satu hasta di atas ubun2 kita

Karena yang terbaik adalah…

Kita menjaga perasaan dan keyakinan ini dengan sebersih-bersih ketauhidan

Kita diwafatkan bersama hamba-hamba yang berbakti

Hamba-hamba yang mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya untuk Tuhan nya

Semoga Alloh mempertemukan kita kembali disatu tempat

Dimana para abid melihat Robb-nya dengan penuh keridloan dan kebahagiaan

Kulakukan semua ini, karena aku mencintaimu karena Alloh swt

Amiin..



sumber : http://nurannisaa7.wordpress.com


Letter to My Sweet Heart..


setelah beberapa waktu berpikir dengan akal dan merasakan dengan hati..

kini aq sadar….

ternyata selama ini banyak orang yang salah dalam memaknai arti kata “cinta”..

“pacaran”..

banyak orang mengidentikkannya dengan rasa cinta..

apakah pacaran itu solusi dari rasa cinta?

apakah hanya dengan pacaran, seberapa besar cinta itu dibuktikan?

apakah harus dengan sebuah ikatan yang tak pasti,

kita melampiaskan sebuah rasa yang sedemikian berharga?

HANYA SEBATAS ITU?

cobalah berpikir sekali lagi kawan!

APA HANYA SEBATAS ITU???

kurasa, kalo memang demikian adanya..

rasa itu menjadi tak lebih dari sekedar “NAFSU” belaka….

apakah itu yang dinamakan dengan rasa suka?

apakah itu yang dinamakan dengan rasa sayang?

apakah itu yang dinamakan dengan pembuktian rasa cinta….?

tolong renungkan!

cinta itu sebenarnya lebih dari sesuatu yang disebut dengan pacaran..

cinta itu sebenarnya lebih dari sekedar kata mesra..

cinta itu sebenarnya lebih berharga,

dari apapun makna cinta yang selama ini kita pikirkan..

maaf jika semua rasa ini harus kutahan dan kupendam dalam-dalam….

bukannya aq takut untuk mengungkapkannya padamu,

tetapi rasa ini tak cukup jika hanya sekedar aq ucapkan lewat kata-kata..

bukannya aq takut untuk memandangmu,

tetapi rasanya memang belum pantas aq memandang kecantikanmu itu..

bukanya aq takut untuk menyentuhmu,

namun, karena kau kuanggap terlalu suci tuk kusentuh..

aq tak butuh perasaan yang hanya sebatas kata!

aq tak butuh perasaan yang hanya sementara!

aq tak butuh rasa yang mudah datang dan kelak akan mudah lenyap begitu saja..

yang kubutuh hanya satu….

“Rasa Cinta Kualitas Syurga”

yang takkan pernah hilang,

walau waktu yang kan jadi penghalangnya….

jaga dirimu!

Kekasih Hatiku….


by : Rinisawa d’Highnovice


CINTA DALAM DIAM


Jika belum siap, cintai ia dalam DIAM

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam..

karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya..
…kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang..
kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..

karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu..

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya..
karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu..

ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ?
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan..
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah..

karena dalam diammu tersimpan kekuatan..
kekuatan harapan..
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata..
hingga cintamu yg diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata..
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya ?

dan jika memang ‘cinta dalam diammu’ itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam..

jika dia memang bukan milikmu..
toh Allah, melalui waktu akan menghapus ‘cinta dalam diammu’ itu
dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat..

biarkan ‘cinta dalam diammu’ itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu.

Siapakah Dia Yaa Allah!!




SIAPAKAH DIA YAA ALLAH


Ya Allah….

Aku ingin curahkan isi hatiku padaMu

Ya Allah betapa sangat aku mencintainya

Aku merindukannya Ya Allah

Betapa sulit untukku menyembunyikan perasaan ini padanya

Betapa susahnya aku mencintainya dalam diam

Rasanya ingin ku ungkapkan semua yang aku rasakan padanya

Aku ingin dia tau apa yang kurasakan saat ini

Aku ingin dia membalas semua perasaan ku ini Ya Allah

Tapi Ya Allah….

Apalah daya ku

Aku hanya bisa menitipkan perasaan ku ini padaMu

Aku pasrahkan perasaan ku ini padaMu

Aku yakin Engkau akan memberikan yang terbaik

Aku akan mengungkapkannya disaat Engkau menuntunku untuk mengungkapkannya

Ya Allah

Mengapa Engkau datangkan perasaan ini pada hamba????

Apakah hamba sanggup Ya Allah menahan perasaan ini padanya????

Ya Allah bantulah hamba untuk mengikhlaskannya

Bantu hamba untuk tidak mengharap balasan dari apa yang hamba berikan padanya…

Ya Allah

Hamba titipkan perasaan cinta sayang rindu dan kasih hamba padanya kepadaMu

Berilah hamba yang terbaik Ya Allah…

Ya Allah hamba hanya ingin ungkapkan bahwa…..

Hamba slalu mencintai menyayangi dan merindukannya disini, didalam hati dan dalam diam hamba…

Hamba titip cinta sayang dan rindu padanya Ya Allah